Musim Botola Pro 2025-2026 akan berakhir dalam keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam langkah yang luar biasa, FIFA mengizinkan Liga Maroko berlanjut selama Piala Dunia 2026, dan musim ini diperkirakan akan selesai sekitar 27 Juni. Ini adalah situasi yang jarang terjadi di dunia sepak bola.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap padatnya kalender sepak bola Maroko dalam beberapa musim terakhir. Dengan adanya CHAN 2024, Piala Arab 2025, dan AFCON 2025, beberapa pertandingan liga nasional ditunda, sehingga menimbulkan penumpukan penjadwalan yang signifikan.
Selain itu, komitmen klub-klub Maroko di kompetisi antarklub Afrika semakin mengganggu ritme musim. Akibatnya Botola Pro tidak bisa menepati jadwal semula.
Pengecualian langka yang disetujui oleh FIFA
Menurut informasi dari Radio Mars, FIFA telah menyetujui jadwal luar biasa yang memungkinkan Botola dilanjutkan selama Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Keputusan ini dimungkinkan terutama karena perbedaan waktu yang signifikan antara Maroko dan negara tuan rumah Piala Dunia, yang membantu menghindari konflik siaran langsung dan penjadwalan.
Oleh karena itu, FIFA telah mengizinkan pertandingan liga Maroko untuk dimainkan pada waktu tertentu yang berbeda dengan pertandingan Piala Dunia, memastikan tidak ada persaingan langsung untuk mendapatkan slot siaran.
🇲AF⚽ Botola Pro Inwi: lampu hijau dari FIFA untuk bermain selama Piala Dunia 2026https://t.co/X5jus6YpGi
— Le360 (@Le360fr) 27 April 2026
Jadwal yang disesuaikan untuk menghindari tumpang tindih
Berdasarkan pengaturan baru ini, pertandingan Botola akan dijadwalkan untuk menghindari bentrokan dengan pertandingan Piala Dunia. Otoritas olahraga Maroko dan badan penyelenggara harus merevisi sepenuhnya kalender akhir musim.
Penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan liga dan penghormatan terhadap ajang global yang akan dimulai pada 11 Juni 2026, dengan final dijadwalkan pada 19 Juli.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.



