FIFA mungkin akan segera mengubah aturan utama Piala Dunia mendatang yang akan diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Badan sepak bola dunia itu sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan sistem suspensi terkait kartu kuning untuk memastikan pemain bintang tetap tersedia untuk babak sistem gugur.
Menurut diskusi yang dijadwalkan di Dewan FIFA, reformasi akan mengatur ulang kartu kuning pada dua poin penting dalam turnamen: akhir babak penyisihan grup dan setelah perempat final. Tujuannya adalah untuk membatasi skorsing pada pertandingan-pertandingan penentu, yang sering kali dipengaruhi oleh peringatan yang dikumpulkan pada awal kompetisi.
Penyesuaian terkait dengan format 48 tim yang diperluas
Dengan Piala Dunia 2026 yang diperluas menjadi 48 tim, jadwalnya menjadi lebih panjang, terutama termasuk babak 32 besar. Dalam konteks ini, FIFA yakin risiko skorsing “otomatis” lebih tinggi dan dapat membuat pemain-pemain penting tidak bisa tampil di final.
Saat ini, seorang pemain dapat diskors setelah menerima dua kartu kuning dalam beberapa pertandingan berturut-turut sebelum perempat final. Dengan usulan reformasi, aturan ini akan dilonggarkan sebagian untuk mengurangi ketidakhadiran di babak sistem gugur.
FIFA mengharapkan untuk menyetujui penghapusan semua kartu kuning di akhir babak grup Piala Dunia dan perempat final untuk mengurangi bahaya pemain melewatkan pertandingan sistem gugur. Aturan baru seputar penangguhan akumulasi kartu kuning pada turnamen tahun ini di Amerika Serikat,… pic.twitter.com/crMyQtKsBW
— Atletik | Sepak Bola (@TheAthleticFC) 27 April 2026
Perdebatan antara keadilan olahraga dan melindungi tontonan
FIFA membenarkan langkah ini sebagai cara untuk menjaga keadilan olahraga dan kualitas tontonan. Idenya adalah untuk mencegah pemain kunci melewatkan pertandingan krusial karena masalah disiplin yang terakumulasi terlalu dini di turnamen.
Namun, reformasi ini juga dapat memicu kembali perdebatan mengenai konsistensi peraturan disipliner, dan beberapa orang berpendapat bahwa hal ini dapat mengurangi dampak sanksi.
Langkah tersebut akan dibahas dan kemungkinan disetujui pada pertemuan Dewan FIFA yang dijadwalkan di Vancouver. Jika diadopsi, maka akan berlaku mulai Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.



