Dinobatkan sebagai juara Asia bersama Al Ahli, Riyad Mahrez tetap mendapat sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia di akhir turnamen.
Setelah memenangkan gelar Asia untuk kedua kalinya berturut-turut bersama Al Ahli Saudi FC, Riyad Mahrez menutup kampanye kontinental ini dengan catatan pahit. Meski klub Arab Saudi berhasil mempertahankan mahkota Liga Champions AFC, perayaan tersebut agak dibayangi oleh keputusan komite disiplin Konfederasi Sepak Bola Asia.
Baca juga: Aljazair, Piala Dunia: Kabar Mengkhawatirkan tentang Luca Zidane
Menurut informasi yang dilansir jurnalis Issa Saïd, Al Ahli didenda $13.000 setelah semifinal melawan Vissel Kobe. Sanksi tersebut muncul akibat perilaku sebagian suporter yang melemparkan kertas ke tribun penonton, serta perilaku pemain tertentu selama pertandingan.
🚨𝗠𝗔𝗛𝗥𝗘𝗭 𝗥𝗘́𝗚𝗔𝗟𝗘 𝗦𝗘𝗦! 🤩Riyad Mahrez menghadiahkan jam tangan Rolex kepada semua rekan setimnya di Al-Ahli setelah dua Liga Champions Asia berturut-turut! Setiap jam tangan dipersonalisasi dengan nama pemain dan ukiran piala ⌚️ pic.twitter.com/2TSwt1PdLn
— Mari kita bicara tentang sepak bola ⚽ (@Parlons2Foot_) 28 April 2026
Mahrez sendiri pun tak luput. Pemain internasional Aljazair, bersama dengan Ivan Toney dan Merih Demiral, didenda individu sebesar $10.000 karena gagal tampil di zona campuran setelah pertandingan. Pelanggaran protokol ini sedikit mencoreng kemenangan bersejarah mantan bintang Manchester City itu.
💵‼️ AFC telah mengeluarkan sanksi terhadap Al Ahli setelah final:• Denda $13,000 kepada klub karena perilaku penonton dan perilaku pemain.• Denda $10,000 dikeluarkan untuk masing-masing Riyad Mahrez, Ivan Toney, dan Merih Demiral karena gagal melewati zona campuran.via… pic.twitter.com/zoUnZIoryF
— Ahli Central (@AhliCentral1) 27 April 2026
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.



