Harry Kane semakin mendekati rekor penting pemain Inggris di Liga Champions setelah penampilan menentukan lainnya dalam kekalahan 5-4 Bayern Munich dari Paris Saint-Germain pada Selasa 28 April di leg pertama semifinal.
Kapten Inggris itu mencetak satu gol dan memberikan satu assist sehingga total kontribusinya menjadi 20 gol di pertandingan sistem gugur.
Kane tampil di panggung terbesar
Meski Bayern kalah di Paris, Kane kembali menggarisbawahi pengaruhnya di kompetisi terbesar Eropa tersebut. Dia membuka skor untuk timnya dan kemudian mencetak gol lainnya untuk mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pemain paling andal dalam pertandingan bertekanan tinggi.
Kontribusi itu membawanya ke 20 keterlibatan gol dalam 23 pertandingan sistem gugur di Liga Champions.. sebuah pencapaian luar biasa yang kini menempatkannya dalam jangkauan rekor Inggris yang sudah lama ada.
Wayne Rooney menembak jatuh Harry Kane dalam perselisihan yang jelas setelah film thriller PSG 5-4 Bayern pic.twitter.com/onrhWgi6Z6
— Cermin Sepak Bola (@MirrorFootball) 29 April 2026
Mendekati Lampard dan Rooney
Kane sekarang hanya membutuhkan empat kontribusi gol lagi untuk melampaui rekor Frank Lampard yaitu 24 gol, yang dicatat dalam 52 penampilan sistem gugur bersama Chelsea. Wayne Rooney berada tepat di belakang Lampard dengan 23 kontribusi dalam 37 pertandingan membuat perebutan posisi teratas semakin ketat.
Mengingat lintasan Kane saat ini, rekor tersebut bukan lagi target yang jauh. Konsistensinya dalam pertandingan-pertandingan penentu telah mempercepat kenaikannya dalam daftar, terutama jika dibandingkan dengan jumlah pertandingan yang dimainkan.
Angka yang kuat pada kampanye 2025/26
Angka keseluruhan Kane musim ini semakin menyoroti pengaruhnya. Dia telah mencatatkan 13 gol dan 2 assist di kampanye Liga Champions 2025/26 di semua putaran.
Di babak sistem gugur saja, kontribusinya sangat menentukan:
- 2 gol vs Atalanta
- 2 gol vs Real Madrid
- 1 gol vs PSG
- 2 assist termasuk satu untuk Michael Olise melawan Real Madrid dan satu lagi untuk Luis Díaz melawan PSG
Baca Juga: Sembilan Gol, Satu Pertanyaan: Bagaimana PSG Hampir Kehilangan Kendali Saat Melawan Bayern?
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.



