Barcelona merespons pada Selasa 13 Mei setelah Florentino Perez mengklaim Real Madrid telah dirampok tujuh gelar La Liga.
Perang kata-kata antara dua klub terbesar Spanyol semakin memanas setelah Barcelona menolak keras komentar terbaru Florentino Perez terkait kasus Negreira & gelar La Liga.
Rafa Yuste, wakil presiden Barcelona, secara terbuka menyerang presiden Real Madrid tersebut setelah Perez menyatakan bahwa Madrid secara efektif tidak mendapatkan tujuh trofi liga karena dugaan korupsi wasit terkait dengan penyelidikan Negreira di Barcelona.
Komentar tersebut dengan cepat memicu kemarahan di dalam klub Catalan.
Barcelona menyebut komentar Perez “menyedihkan”
Berbicara kepada media, Yuste menggambarkan pernyataan Perez “menyedihkan” dan penuh kebohongan. Barcelona kemudian merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa departemen hukum klub akan memeriksa masalah ini dan memberikan tanggapan yang sesuai.
Yuste menegaskan tuduhan seputar kasus Negreira digunakan sebagai selingan dari masalah olahraga Real Madrid selama dua musim terakhir.
Kasus Negreira masih menjadi isu utama di Spanyol
Kasus Negreira terus menimbulkan ketegangan besar di sepak bola Spanyol. Barcelona diselidiki setelah laporan mengungkapkan pembayaran selama beberapa tahun kepada Jose Maria Enriquez Negreira, mantan wakil presiden komite wasit Spanyol.
Barcelona berulang kali membantah membeli wasit atau mempengaruhi pertandingan dengan alasan bahwa pembayaran tersebut dilakukan untuk laporan teknis dan wasit. Namun kasus ini telah merusak citra klub secara internasional dan tetap menjadi salah satu cerita paling kontroversial dalam sepakbola modern Spanyol.
Perez baru-baru ini menghidupkan kembali perdebatan dengan mengklaim Real Madrid kehilangan tujuh gelar liga karena apa yang ia yakini sebagai lingkungan yang tidak adil yang menguntungkan Barcelona.
Tuduhan itu langsung meningkatkan ketegangan antara kedua klub.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.



