Ingatlah bahwa pada 17 Februari saat Liga Champions, Vinicius Jr melaporkan pelecehan rasis dari rekannya di Benfica, Gianluca Prestianni. Beberapa minggu kemudian, Aurélien Tchouaméni menyatakan penyesalannya atas cara dia menangani insiden tersebut.
Berbicara di The Pivot Podcast, gelandang Prancis dari Real Madrid merefleksikan kejadian tersebut. “Ini benar-benar menyakitkan. Itu terjadi pada Vini, tapi saya orang kulit hitam juga, jadi jika orang ini mengatakan hal itu kepada Vini, dia juga mengatakannya kepada saya dan kepada semua orang kulit hitam. Vini secara harafiah berkata: ‘Kami akan terus bermain karena ada tugas yang harus kami selesaikan. Namun setelahnya, ada hal yang ingin kami sampaikan.’ (…) Masalah ini perlu kita perbaiki karena kejadiannya sekitar dua bulan lalu, lalu bagaimana? Apa langkah selanjutnya? Saya merasa pihak berwenang sedang berusaha mencari solusi untuk membantu para pemain merasa lebih nyaman. Saya pikir langkah selanjutnya adalah berhenti bermain. Jika kami, Real Madrid, berhenti bermain di Liga Champions, itu akan berdampak besar. Kami memenangkan pertandingan, oke, tapi setiap kali saya berpikir: ‘Bagaimana jika kami melakukan itu?’ Mungkin itu yang dibutuhkan, agar semua orang bisa benar-benar memahaminya,” ungkap Aurélien Tchouaméni.
Prestianni masih dalam penyelidikan disipliner UEFA.
🚨 BREAKING: Gianluca Prestianni TIDAK akan bermain melawan Real Madrid, yang diskors oleh UEFA. Skorsing sementara telah diberitahukan kepada Benfica hari ini sementara penyelidikan kasus rasisme terhadap Vinicius Jr terus berlanjut. pic.twitter.com/RCkasEyuEL
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) 23 Februari 2026
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.



