Pemain internasional Mesir Mohamed Salah menderita cedera yang membuatnya absen selama beberapa minggu bersama Liverpool. Sang penyerang mendapat cedera saat melawan Crystal Palace dalam pertandingan yang dimenangkan oleh The Reds (3-1) sebagai bagian dari Pekan 34 Liga Premier.
🚨🚨| BARU: Mo Salah berisiko kehilangan tim nasional Mesir di Piala Dunia, menunggu diagnosis medis atas cederanya besok… pic.twitter.com/8ohhgmhnUB
— Sisi Tujuan (@goalsside) 25 April 2026
Salah cedera dan absen selama beberapa minggu!
Media Mesir dan internasional dengan cepat mengangkat berita tersebut, dengan cemas menunggu hasil akhir tes medis untuk menentukan berapa lama tepatnya ketidakhadirannya.
Menurut situs “FilGoal”, mengutip staf tim nasional Mesir, Salah diperkirakan akan absen selama beberapa minggu.
Ibrahim Hassan, direktur tim nasional, membenarkan: “Mohamed Salah mengalami cedera otot dan tidak akan bisa bermain selama empat minggu.”
Dia menambahkan: “Staf tim nasional akan memantau pemulihannya dengan cermat. Kami berharap dia akan fit untuk Piala Dunia.”
Dengan empat laga tersisa, Liverpool masih harus menghadapi Manchester United (9 Mei), Chelsea (17 Mei), Aston Villa (24 Mei), dan Brentford untuk menutup musim.
Sementara itu, bintang “Firaun” itu berharap bisa kembali tepat waktu untuk Piala Dunia 2026, yang mungkin menjadi penampilan terakhirnya di turnamen tersebut pada usia 33 tahun.
🚨🗣️ Ibrahim Hassan:”Diagnosis telah dipastikan untuk cedera hamstring Mohamed Salah, dan dia akan absen dari lapangan selama 4 MINGGU.. Ada pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi Mohamed Salah, dan cederanya tidak akan mempengaruhi partisipasinya di Piala Dunia 2026! pic.twitter.com/GvxUU7OOIq
— Pembaruan Salah (@SalahUpdates) 25 April 2026
Real Madrid: seorang legenda membuka pintu bagi Mohamed Salah
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.



