Amine Gouiri menghadapi kemunduran cedera lainnya pada saat kritis musim ini sehingga menimbulkan keraguan atas ketersediaannya untuk Aljazair menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Penyerang Olympique Marseille itu mengalami cedera hamstring pada pertandingan Ligue 1 baru-baru ini sehingga menimbulkan kekhawatiran hanya beberapa minggu sebelum turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Cedera baru pada saat yang paling buruk
Marseille mengonfirmasi dalam pernyataan resmi bahwa Gouiri mengalami cedera hamstring kanan setelah terpaksa keluar lapangan saat pertandingan liga melawan Lorient. Striker asal Aljazair ini telah memulai program pemulihannya, namun waktunya sangat tepat.
Dia sudah absen dari pertandingan Marseille tanggal 26 April melawan Nice dan melewatkan momen penting lainnya di musim yang berulang kali terganggu oleh kemunduran fisik.
🚨 Update medis untuk pemain yang cedera.Bilal Nadir: memulai rehabilitasi setelah cedera pada hamstring kanannya.⁰Amine Gouiri: memulai rehabilitasi setelah cedera pada hamstring kanannya.⁰Igor Paixão: memulai rehabilitasi setelah cedera… pic.twitter.com/BrNH1Vi3FI
— La Menit OM (@LaMinuteOM_) 25 April 2026
Harapan Piala Dunia terancam
Gouiri menargetkan penyelesaian musim ini dengan baik untuk mengamankan tempatnya di skuad Aljazair untuk Piala Dunia.. sebuah turnamen yang sedang dipersiapkan tim nasional sebagai salah satu perwakilan Afrika.
Aljazair akan berkompetisi di Piala Dunia untuk kelima kalinya dalam sejarah mereka, dengan penampilan terbaik mereka tetap melaju ke babak 16 besar di Brasil 2014 di bawah asuhan Vahid Halilhodzic.
Bagi Gouiri, turnamen ini menjadi semakin penting setelah ia melewatkan Piala Afrika terakhir karena cedera bahu, pukulan lain yang dideritanya saat menjalankan tugas internasional.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.


