Mantan gelandang internasional Kenya McDonald Mariga ditunjuk sebagai presiden sementara Federasi Sepak Bola Kenya (FKF), di tengah tuduhan penggelapan dan meningkatnya tekanan dari FIFA.
Sepak bola Kenya sekali lagi menghadapi masa-masa penuh gejolak. Menyusul penangguhan mantan presiden Hussein Mohammed, yang dituduh melakukan pelanggaran keuangan terkait dengan organisasi CHAN 2024, McDonald Mariga diminta untuk turun tangan sebagai penjabat kepala badan pengatur sepak bola negara.
Mantan pemain Inter Milan—tempat ia mengangkat trofi bergengsi Liga Champions UEFA—Mariga mengemban misi rumit: mengembalikan kredibilitas federasi yang terpuruk akibat serangkaian skandal yang berulang.
Penjabat presiden Federasi Sepak Bola Kenya (FKF) McDonald Mariga telah meminta pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan cepat atas laporan hilangnya dana asuransi turnamen CHAN Pamoja senilai Sh42 juta.https://t.co/r1fHglX6nB
— Standar Digital (@StandardKenya) 26 April 2026
FIFA menuntut akuntabilitas
Setelah menjabat, bos sementara FKF yang baru segera mendapat permintaan mendesak dari FIFA, yang menuntut penyerahan beberapa dokumen administratif dan keuangan. Dalam pernyataannya, Mariga meyakinkan, atas nama panitia eksekutif, bahwa semua dokumen yang diminta akan diberikan dalam batas waktu yang ditentukan yaitu 1 Mei.
Persyaratan ini muncul di tengah iklim pengawasan yang semakin ketat, karena Kenya baru-baru ini hampir mendapat skorsing dari badan sepak bola dunia tersebut—sanksi yang akan membuat seluruh aktivitas sepak bola di negara tersebut terhenti.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.



