Real Madrid telah mengesampingkan Jurgen Klopp sebagai kandidat potensial untuk mengambil alih tim utama musim depan meskipun berbulan-bulan spekulasi mengaitkan mantan manajer Liverpool itu dengan kepindahan ke Santiago Bernabéu.
Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar pelatih kepala saat ini Álvaro Arbeloa yang masa depannya masih dalam peninjauan menyusul musim yang mengecewakan.
Jurgen Klopp dengan cepat muncul sebagai salah satu nama paling terkenal yang dikaitkan dengan peran tersebut terutama setelah meninggalkan Liverpool pada musim panas 2024.
Namun menurut pemberitaan program televisi Spanyol El Chiringuito, Real Madrid kini sudah mengambil sikap jelas. Klopp tak lagi dipertimbangkan.
🚨 BARU MASUK: Real Madrid ingin Jürgen Klopp mengambil langkah pertama. Dia mempunyai PENGGEMAR BESAR di klubnya, tapi mereka ingin mengerti apakah dia ingin kembali ke pekerjaan sehari-hari sebagai manajer. Itu harus datang dari dia terlebih dahulu. @FabrizioRomano pic.twitter.com/RdfyA4LPs0
— Madrid Xtra (@MadridXtra) 16 April 2026
Meskipun ada kekaguman yang besar terhadap pelatih Jerman di dalam klub termasuk dari tokoh-tokoh yang dekat dengan presiden Florentino Pérez, dia telah dikeluarkan dari daftar terakhir.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa ada upaya internal selama beberapa bulan terakhir untuk menjajaki kemungkinan menunjuk Klopp tetapi diskusi tersebut kini telah ditutup.
Belum ada keputusan akhir di bangku cadangan
Meski Klopp absen, Real Madrid belum mengambil keputusan akhir mengenai masa depan Arbeloa.
Sang pelatih diperkirakan akan bertemu dengan Florentino Pérez dalam beberapa hari mendatang, dan posisinya akan ditinjau secara resmi. Kemungkinan perubahan masih besar, namun klub masih mempertimbangkan pilihannya.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.


